Peran Guru dalam Pendidikan Karakter

Peran Guru dalam Pendidikan Karakter


Judul                : "Peran Guru dalam Pendidikan Karakter"

Narasumber    : Nurul Ulfah (Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiya Bangka Belitung)

Tema                 : Pendidikan Karakter

Tanggal             : 22 Januari 2022





Pendididikan karakter merupakan salah satu prioritas dalam proses kemajuan suatu bangsa dan negara. Sucipto mendefiniskan pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang diusahakan pihak penyelenggara pendidikan yang dapat memengaruhi serta membentuk karakter peserta didik melalui segala aktivitas pembelajaran.
Peran guru sangat penting terkait dengan tumbuh kembang peserta didik. Guru sebagai pengajar peserta didik dapat menyusun dan mengimplementasikan pembelajarannya yang memuat nilai-nilai pendidikan karakter kepada para muridnya.

Terdapat empat nilai karakter yang harus ditanamkan kepada peserta didik oleh para guru, yaitu jujur (dari olah hati), cerdas (dari olah pikir), tangguh (dari olahraga), dan peduli (dari olah rasa dan karsa). 




Perlu dijelaskan bahwa guru tidak hanya dikataka berhasil mengajar siswanya ketika mereka paham akan suatu konsep atau teori dan rumus pelajaran, akan tetapi peran guru lebih dari hal tersebut, yaitu membentuk pola pikir dan karakter bersikap jujur, peduli dan menjunjung norma-norma yang ada didalam masyarakat. 

Menurut Lickona (1992:52) sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan watak dan karakter peserta didik. Sekolah harus mendorong peserta didik untuk mampu memahami nilai-nilai moral yang baik, mampu meraskan nilai-nilai luhur, dan memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan tindakan nyata sehari-hari apapun profesinya.

Beberapa bentuk pelajaran yang dapat diimplementasikan oleh guru, seperti penerapan tata krama dan tata tertib kehidupan disekolah, pendidikan bela negara dan identitas bangsa, sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, sosialisasi safety riding, bahkan guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembersihan fasilitas umum dan mengajarkan perilaku tata cara mebuang sampah yang baik dan benar.

Terakhir, peran guru terhadap pendidikan karakter menurit Moon (dalam Hamah, 2007:22), terdiri dari lima peranan, yaitu:
a) Guru sebagai perancang pembelajaran yang efektif dan efisien.
b) Guru sebagai pengelola pembelajaran yaitu mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
c) Guru sebagai pengarah pembelajaran yang bertindak memotivasi dalam keseluruhan kegiatan belajar mengajar.
d) Guru sebagai konselor, yaitu guru diharapkan akan dapat merespons segala masalah tingkah laku yang terjadi dalam proses pembelajaran.
e) Guru sebagai evaluator merujuk pada penilaian adalah untuk melihat tingkat keberhasilan, efektivitas, dan efisiensi dalam proses pembelajaran.

Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya sekadar diarahkan pada peningkatan kemampuan kognitif saja yang mana tujuannya hanya untuk kepentingan rods rkonomi dan cara pikir siswa bagaimana caranya meningkatkan kompetensinya agar dapat diperguruan tinggi atau tempat kerja yangh prestise. Padahal tujuan utama pendidikan adalah penguatan moral atau akhlak yang memiliki perilaku, kesantunan, dan keadaban sangat penting mengingat kembali bahwa pendidikan adalah pengawal peradaban (the guardian of civilization).





Komentar